Siang hari selepas dzuhur terlewati sebelum asar, Abdul
sendiri bulatkan tekad ke kota besar
Semangat cadas akan kemauan kerja keras amat berkobar
Lantas buku atlas bekas dia bawa agar nanti tidaklah nyasar
Tiga setapak kian trendy yang dibeli waktu hari idul fitri plus 3 celana dalam bolong
Bercolor warna-warni dengan tangkas dia kemas tapi dalam tas hijau tua Army
Tak lupa arloji pemberian sewaktu masih jadi TKI di Arab Saudi dipake pada tangan kiri
Satu bungkus samsu keretek tanpa korek api ikut juga menemani
Sebuah teka-teki silang bercover gadis manis berbikini bikin perjalanan lebih lengkap lagi
Abdul pun berangkat menaiki bis primajasa kelas ekonomi
Motivasi tinggi untuk jadi musisi terukir kuat dalam hati
Berharap bisa diidolakan oleh penduduk negeri...
Reff:
Kaca mata besar, rambut panjang, celana cut-bray tahun 60an (hii.. once more)
Kaca mata besar, rambut panjang, celana cut-bray tahun 60an (huhuy..!!)
Sampai tiba pijakkan kaki di terminal, namun tak seorang pun kenal
Sedikit kesal bercampur setumpuk sebal sama asap kotor knalpot bisa yang tebal
Bikin pakaian bersih berubah kucal dan kumal
Tanpa pikir panjang Abdul bergegas cepat, ambil langkah seribu dengan gesit lihai dan cekat
Lalu naik angkot menuju ke rumah sahabat,
Katanya sukses berat sebagai musisi kafe hebat namanya Muslihat
Singkat cerita hari ke hari sudah terlalui, Abdul ikut gabung band-nya Muslihat
Mengusung lagu-lagu top fourty, dari Rock N Roll, Hip hop,
Sampai musik seperti mobil derek penuh teknologi
Dan gaya hidup kawula muda metropolitan pun ia ketahui...
Back to: Reff
Hidup di kota besar banyak manusia buas serakah kasar,
Bagi mereka sikut-menyikut adalah wajar, rupiah bikin hal salah dianggap benar
Kadang rindu akan kampung halaman kota kecil bersahabat penuh senyum keramahan
Dimana Abdul terkenal dinamis dan flamboyan, mengerti terhadap dinamika perubahan jaman
Tinggal bersama sang ayah, buka usaha partikelir atau wiraswastawan
Terlintas di hati ingin pulang namun harus dulu berjuang, ngaba cita-cita jadi superstar
Bermodal utama hasil karya bukan tampang, yakinkan diri sukses bisa ternama
Semua orang pasti suka dengar lagunya dan nanti mungkin tidak lagi memakai pakaian yang sama
Back to: Reff (2X)
Semangat cadas akan kemauan kerja keras amat berkobar
Lantas buku atlas bekas dia bawa agar nanti tidaklah nyasar
Tiga setapak kian trendy yang dibeli waktu hari idul fitri plus 3 celana dalam bolong
Bercolor warna-warni dengan tangkas dia kemas tapi dalam tas hijau tua Army
Tak lupa arloji pemberian sewaktu masih jadi TKI di Arab Saudi dipake pada tangan kiri
Satu bungkus samsu keretek tanpa korek api ikut juga menemani
Sebuah teka-teki silang bercover gadis manis berbikini bikin perjalanan lebih lengkap lagi
Abdul pun berangkat menaiki bis primajasa kelas ekonomi
Motivasi tinggi untuk jadi musisi terukir kuat dalam hati
Berharap bisa diidolakan oleh penduduk negeri...
Reff:
Kaca mata besar, rambut panjang, celana cut-bray tahun 60an (hii.. once more)
Kaca mata besar, rambut panjang, celana cut-bray tahun 60an (huhuy..!!)
Sampai tiba pijakkan kaki di terminal, namun tak seorang pun kenal
Sedikit kesal bercampur setumpuk sebal sama asap kotor knalpot bisa yang tebal
Bikin pakaian bersih berubah kucal dan kumal
Tanpa pikir panjang Abdul bergegas cepat, ambil langkah seribu dengan gesit lihai dan cekat
Lalu naik angkot menuju ke rumah sahabat,
Katanya sukses berat sebagai musisi kafe hebat namanya Muslihat
Singkat cerita hari ke hari sudah terlalui, Abdul ikut gabung band-nya Muslihat
Mengusung lagu-lagu top fourty, dari Rock N Roll, Hip hop,
Sampai musik seperti mobil derek penuh teknologi
Dan gaya hidup kawula muda metropolitan pun ia ketahui...
Back to: Reff
Hidup di kota besar banyak manusia buas serakah kasar,
Bagi mereka sikut-menyikut adalah wajar, rupiah bikin hal salah dianggap benar
Kadang rindu akan kampung halaman kota kecil bersahabat penuh senyum keramahan
Dimana Abdul terkenal dinamis dan flamboyan, mengerti terhadap dinamika perubahan jaman
Tinggal bersama sang ayah, buka usaha partikelir atau wiraswastawan
Terlintas di hati ingin pulang namun harus dulu berjuang, ngaba cita-cita jadi superstar
Bermodal utama hasil karya bukan tampang, yakinkan diri sukses bisa ternama
Semua orang pasti suka dengar lagunya dan nanti mungkin tidak lagi memakai pakaian yang sama
Back to: Reff (2X)
Labels:
Kungpow Chicken,
Lirik Lagu
Thanks for reading Kungpow Chicken – Abdoel Haris Bin Abdoel Kohar. Please share...!
0 Comment for "Kungpow Chicken – Abdoel Haris Bin Abdoel Kohar"