"Penantian Hidup", Album Kedua SamsonS

Cover Album Samsons Penantian Hidup 2007Satu hal yang langsung terdengar dari album keduaSamsonS "Penantian Hidup" adalah, grup band ini coba memadukan musiknya dengan orkestrasi. Konsepnya jadi mirip-mirip rockestra. Apalagi musik SamsonS memang makin berbau rock '80an. Hasilnya, not bad lah. Kualitas sound-nya maksilam. Maklum, Irfan Cs. selaku produser memang menggunakan orkestra asli untuk mendukung albumnya.

Lantas, bagaimana kualitas materinya? Apakah ada kans untuk mengulang kesuksesan di album lalu?

Jujur, setelah mendengar beberapa kali, baru ada satu-dua lagu yang sepertinya bisa langsung menggelitik kuping. 'Hey Gadis' dan 'Luluh'. Notasinya unik dan langsung bisa dinikmati. Seharusnya, dua lagu ini yang digunakan sebagai pembuka langkah SamsonS di pentas industri.

Makanya, pemilihan single 'Kisah Tak Sempurna' bisa dibilang sebagai sebuah keberanian. Karena single ini terlalu biasa, dan kurang punya daya dobrak di industri musik lokal.

Sisanya? standar. Tapi nggak jelek. Kalo didengar secara menyeluruh, album ini sebenarnya rada membosankan. Sama seperti album perdana. Tapi kalo dilepas satu per-satu nggak tau juga.

Tracklist:
  • Samsons - Seandainya
  • Samsons - Hey Gadis
  • Samsons - Jika Ku Harus Bermimpi
  • Samsons - Kisah Tak Sempurna
  • Samsons - Kau
  • Samsons - Perbedaan
  • Samsons - Luluh
  • Samsons - For You
  • Samsons - Penantian Hidup
  • Samsons - Aku
  • Samsons - S.F.W.

/rif Akan Rekaman di Abbey Road Demi "Go International"

Grup Musik /rif, Personil Band /rif
Sudah lama malang-melintang di industri musik tanah air, /rif sebuah grup band rock asal kota bandung ini berusaha untuk menembus industri musik dunia lewat album ke-9 mereka. Tahun 2015 ini /rif yang menginjak usia 21 tahun akan merekam album mereka secara live recording di studio legendaris Abbey Road, London, England pada tanggal 4 maret 2015.

"Ya betul, bertahun-tahun bermusik terus, berkarya terus, kami bermimpi untuk menembus pasar internasional. Alhamdulillah di awal tahun bertemu partner baru yang membuka jalan rekaman di Inggris," kata Andy (vokal) mewakili rekan-rekannya, Magi (drum), Jikun (gitar), Ovy (gitar), dan Teddy (bas), dalam jumpa pers Wild Fire Tour, di Rolling Stone Cafe, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (28 februari 2015).

"Rekaman di Abbey ini merupakan langkah pertama. Insya Allah rekaman album ini kalau lancar akan berlanjut rekaman di tiga negara. Setelah di London itu di Amerika, dan di Kanada. Ini (Abbey Road) langkah awal kami melangkah ke sana (industri musik internasional)," lanjut pria yang bernama lengkap Restu Triandy itu. 

Rencananya /rif akan bertolak ke London pada 2 Maret 2015. "Jadi tanggal 2 Maret jam tujuh malam berangkat (dari Jakarta), tanggal 3 Maret sampai (di London). Terus tanggal 4, 5, 6 itu rekaman (di Abbey), dan sisanya mixing dan mastering," ujar Jikun.

Pada proses rekaman kali ini, /rif akan didukung oleh nama-nama besar di dunia studio rekaman. Di antaranya adalah Sam Okell yang akan mengerjakan mixing, dimana dia adalah seorang mixing engineer yang sudah terlibat di banyak proyek yang melibatkan musisi-musisi dunia, antara lain PJ Harvey, Counting Crows, The Mars Volta, Foster The People, dan termasuk juga pengerjaan remixing soundtrack film grup band legendaris The Beatles, Help!. 

Lalu ada Geoff Pesche yang sebelumnya pernah mengerjakan album Gorillaz, Basement Jaxx, Kylie Minogue, Athelete, Coldplay, dan beberapa album lainnya. 

Di tangan para jagoan dunia studio rekaman tersebut, /rif menyiapkan 10 materi lagu. "Kami standar satu album 10 lagu. Sudah bolak-balik setiap hari kerjain aransemen, ide dari satu orang terus dikeroyok," kata Jikun.

"Kemungkinan, akan ada satu lagu populer ada lagu lama yang di-remake, dan dipikirkan siapa orang yang ditaruh di situ," sambungnya. 

Untuk menembus pasar internasional, /rif menyiapkan "senjata" berupa lagu-lagu berbahasa Inggris. "Yang paling pasti album ini akan full berbahasa Inggris, karena tujuan utama kami menembus pasar internasional," kata Ovy. 

Setelah merampungkan rekaman di Abbey Road, selanjutnya /rif dijadwal untuk rekaman di AS pada April 2015, dan mengikuti Canadian Music Week di Kanada pada Mei 2015. "Langkah pertama rekaman di Abbey Road, London, setelah itu rekaman di Amerika. Setelah itu ke Kanada, di sana ada Canadian Music Week, dia annual event untuk memeringati event musik di Kanada, kami diundang untuk mengisi di sana. Kamu akanperform dan mengisi rekaman di sana," kata perwakilan Trilogy Live, Willy, selaku promotor rangkaian kegiatan /rif di Eropa dan Amerika. 

"Nanti ada perform show di Kanada yang audiens-nya dari industri recording. Enggak disangka banyak yang menantikan /rif," lanjutnya. 

Proyek live recording di Abbey Road ini diharapkan sudah bisa dinikmati dalam bentuk fisik album CD pada Mei 2015. "Ya nanti akan ada pertunjukan sekaligus mengenalkan album yang direkam di Abbey. Nanti bisa di Jakarta atau bisa juga di Bandung," ujar Andy.

Setelah itu, /rif bakal bertolak ke luar negeri lagi untuk manggung di beberapa festival di Eropa dan Amerika. "Jadi mulai pertengahan tahun sampai akhir tahun ini bakal ada tur ke sana. Semua susunan agendanya sudah disusun dengan agensi internasional, kemungkinan 21 kota," kata salah satu manajer Rock Management yang menangani /rif, Tony Tones.

PowerSlaves Ramaikan Lagi Panggung Musik Rock

Grup Band Rock Powerslaves
Meskipun memiliki jadwal show padat, grup band rock Indonesia, PowerSlaves tetap fokus menggarap video klip single terbarunya berjudul "Ku Tunggu". Power Slaves sendiri kini digawangi oleh Anwar Fatahillah (Bass), Heydi Ibrahim (Vocal) dan Wiwiex Soedarno (Keyboard). Karena perbedaan visi dan misi tidak lama setelah rilis album, Gitaris Acho Jibrani tidak dapat meneruskan perjalanan bersama PowerSlaves. Hal ini diakui oleh vokalis PowerSlaves, Heydi Ibrahim saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan pada Selasa (19/3). Heydi juga mengatakan jika single ini adalah single andalan mereka di album "100% ROCK N ROLL". 

“Ya memang kita sudah merencanakan buatkan video klipnya. Karena kita lihat lagu ini sangat banyak di request di radio-radio” imbuhnya.

Video klip single "Ku Tunggu" ini digarap oleh sutradara Andhy Pulung yang sebelumnya juga sempat menjadi sutradara di video klip Power Slaves berjudul Indonesia. PowerSlaves adalah grup band rock legendaris yang berjaya di era 90-an. Kini mereka hadir kembali untuk membuktikan eksistensinya di belantika musik Indonesia. Suara melengking khas Heydy Ibrahim membuat karya PowerSlaves tetap diminati pecinta musik cadas tanah air. 

“Kami akan terus dan terus berkarya dalam jalur musik dengan memberikan yang terbaik”, janji Anwar Fatahillah sang bassist. 

Indra Budi selaku manager PowerSlaves yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Kereta Rock N Roll Label & Management menegaskan bahwa telah mempersiapkan strategi untuk Power Slaves ke depan. Salah satu strategi itu adalah memberikan konsep berbeda pada penggarapan video klip dalam single baru Power Slaves kali ini. Konsep video dibuat lebih berani dan menampilkan beberapa adegan menegangkan. 

Kemampuan akting apik dari para personel PowerSlaves membuat video klip ini menjadi berbeda dari video klip sebelumnya. Buat kalian pecinta musik rock, don't miss it.

Album Perdana Agnes Monica, "And The Story Goes..."

Pada tanggal 8 Oktober 2003 Agnes Monica merilis album dewasa pertamanya bertajuk And the Story Goes... Penggarapan album ini melibatkan beberapa musikus kenamaan Indonesia, termasuk di antaranya Ahmad Dhani dan Melly Goeslaw. Agnes menjelaskan “Untuk album baruku ini, aku memang ingin segala sesuatunya dipersiapkan dengan matang. Dari pemilihan lagu, musikus, sampai konsep videoklip, aku ingin yang benar-benar oke”. Proses penggarapan album yang memakan waktu selama 1,5 tahun tersebut juga disibukan dengan audisi penari dan program gizi untuk mempersiapkan stamina Agnes sebagai penyanyi.

Proses persiapan yang benar-benar matang tersebut akhirnya membuahkan kesuksesan pada album tersebut. Aquarius Musikindo selaku label yang menaungi Agnes melaporkan bahwa And the Story Goes sudah laris dipesan sekitar 35.000 keping sebelum dirilis secara resmi. Tak lama berselang, album ini kemudian meraih double platinum dengan penjualan lebih dari 300.000 keping. Album pertama Agnes ini mengangkat “Bilang Saja” sebagai singel pertama dengan klip yang mengusung konsep street fashion. Singel lain yang lahir dari album ini yakni “Indah“, “Cinta Mati“, dan “Jera“.

Selain sukses secara komersial, album ini juga membuahkan sejumlah penghargaan. Pada ajang Anugerah Musik Indonesia 2004, Agnesmemenangkan tiga penghargaaan dari total sepuluh nominasi, yaitu sebagai “Artis Pop Solo Wanita Terbaik” untuk lagu “Jera“, “Karya Produksi Dance/Tehno Terbaik” untuk lagu “Bilang Saja“, serta “Duo/Group Terbaik” untuk kolaborasinya denganAhmad Dhani di lagu “Cinta Mati“. Ia juga berhasil meraih penghargaan sebagai “Pendatang Baru Terbaik” pada Anugerah Planet Muzik 2004yang digelar di Singapura. Kesuksesannya dalam usia yang masih sangat muda membuat Agnes mendapat julukan “Diva Muda” dalam kancah musik Indonesia. Ia juga mulai memasang target untuk bisa berkarier di kancah internasional.

Sepanjang tahun 2003, selain disibukan dengan perilisan album pertamanya, Agnes juga menggarap sinetron Cewekku Jutek sebagai pemeran utama bersama Roger Danuarta. Pada tahun berikutnya, Agnes membintangi dua sinetron, Bunga Perawan dan Cantik. Penampilan Agnes dalam tiga sinetron tersebut mengantarkannya meraih penghargaan Panasonic Awards 2003 sebagai “Aktris Terfavorit” dan SCTV Awards 2004 sebagai “Aktris Ngetop“. Di tengah kesibukannya sebagai penyanyi, Agnes masih tetap memperhatikan pendidikannya. Setelah lulus dari bangku SMA Pelita Harapan, ia menempuh pendidikan di Universitas Pelita Harapan (UPH) pada jurusan Hukum.

Berikut daftar lagu album Agnes Monica "..And The Story Goes...." :
No.
Judul
Pencipta
Produser
1.
"Indah"  
2.
"Ini Gila, Ini Cinta"  
3.
"Cinta Mati" (feat. Ahmad Dhani)
4.
"Hanya Cinta Yang Bisa" (feat. Titi DJ)
5.
"Bilang Saja"  
Ari Bias
Ari Bias
6.
"Ku T'lah Jatuh Cinta"  
Yudis Dwikorana, Pipit, Taufan
Yudis Dwikorana
7.
"Don't"  
8.
"Tak Bisa"  
Ari Bias
Ari Bias
9.
"Jera"  
10.
"Kau Yang Kucinta"  
Down Art
Down Art

Penyanyi Indonesia Yang Sukses Berkarir di Malaysia

Pada dekade 90an akhir, musik dari negeri Jiran masih membanjiri panggung musik di Indonesia, hal ini terjadi sejak booming-nya lagu Issabella yang dinyanyikan oleh grup band Search asal Malysia di awal tahun 90an. Sejak itulah band-band Malaysia lainnya juga unjuk gigi satu per-satu di belantika musik Nusantara. Sebut saja grup musik Exist, Eye, Iklim, Lestari, Screen, Slam, Sting, Wings, XPDC dan lain sebagainya. Untuk penyanyi solo, sudah pasti ada Siti Nurhaliza, Ella, yang mengikuti jejak pendahulunya, Sheila Majid. Diantara deretan penyanyi-penyanyi solo tersebut, ada pula penyanyi-penyanyi solo yang mungkin jika mendengarkan lagunya, maka kita akan mengira mereka adalah penyanyi asal Malaysia juga, karena dengan genre musik yang dibawakan, ditambah dengan aksen Melayu yang terdapat dalam liriknya. Namun ternyata penyanyi-penyanyi tersebut asli orang Indonesia.

Masih ingat tidak, dulu sering kita dengar lagu-lagu slowrock yang di bawakan oleh Sonia ataupun lagu beraliran melayu deli yang di bawakan oleh Sultan? Agan-agan yang menghabiskan masa remajanya di akhir dekade 90an (berkisar tahun 1996-1999) pasti tahu dong kedua penyanyi tersebut. Nah, namun banyak yang mengira Sonia maupun Sultan adalah orang Malaysia, padahal mereka orang Indonesia asli lho..! Sultan berasal dari Sumatra dan Sonia asli Jawa Barat. Memang benar karir mereka sebagai penyanyi lebih sukses di negeri Jiran dibanding di negerinya sendiri, Indonesia. Nah, untuk ulasan lebih lengkap, saya akan membahasnya pada kesempatan ini. Lalu, siapa saja sih penyanyi-penyanyi Indonesia yang dikira penyanyi Malaysia..? Berikut profilnya:

1. Sonia
Penyanyi yang satu ini terbilang sukses di Malaysia dengan hitsnya berjudul "Luruh Cintaku" dan juga "Kau Sebut Namaku". Mulai dari lirik, cengkok dalam menyanyikan lagu hingga video klipnya, tak ada yang mengira jika Sonia adalah penyanyi asal Indonesia, lebih tepatnya berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Hal ini terungkap saat dia diwawancara dalam suatu program musik di sebuah TV swasta. Disitu dia menjelaskan bahwa tampilannya secara keseluruhan yang mirip penyanyi Malaysia dikarenakan Sonia ingin meraih pasar Malaysia maupun di Indonesia. Karir Sonia bersinar sepanjang tahun 1997-2001, setelah tahun keemasan itu hampir tak pernah terdengar lagunya lagi di televisi nasional.

2. Sultan
Debutnya dengan hits bertajuk "terpaksa aku lakukan" di tahun 1999, sempat menduduki posisi teratas dalam tangga lagu populer di radio & televisi di Indonesia. Nyatanya Sultan asli berasal dari Indonesia, tepatnya dari Padang Pariaman. Penyanyi yang konsisten di jalur musik slowrock Melayu ini tak berubah aliran/genre bermusiknya meskipun sekarang tren musik sudah berubak ke aliran pop rock. Sultan memiliki banyak penggemar tak hanya di Indonesia dan Malaysia saja, namun ada juga fans dari Singapore & Brunei Darussalam. Di tahun 2011 Sultan dengan formasi barunya bernama Sultan N'Band meluncurkan album mini bertajuk "Cinta Di Tangan". Dalam mini album tersebut masih terdapat dua buah lagu lagi yaitu, "Mahligai Cinta" dan "Aku Sayang Kamu". Sultan selalu menjelaskan kepada penggemarnya bahwa dirinya asli Indonesia. ”Melayu itu salah satu suku bangsa terbesar di sini, tapi terkadang kita melupakan akar budaya kita,” ungkap Sultan.

3. Darmansyah
Di penghujung tahun 1999, Darmansyah sukses meluncurkan hitsnya yang berjudul "Hanya Satu" baik di pasaran musik Malaysia maupun di Indonesia. Banyak yang tidak menyangka bahwa penyanyi beraliran melayu Deli, berambut gondrong ini berasal dari Medan, Sumatera Utara. Namun setelah meluncurkan hitsnya yang pertama, karirnya sedikit demi sedikit meredup, meskipun di tahun 2001 masih meluncurkan album bertajuk "Cinta Dimana Kini" yang terbilang cukup bagus penjualan albumnya. Lagu "Hanya Satu" sempat mengiringi saat-saat awal saya masuk sekolah SMP, jadi sampai sekarangpun saya masih mengingatnya.

4. Ferhat Najib
Penyanyi yang populer dengan hitsnya berjudul "Menentang Perjodohan" itu sempat menghiasi belantika musik Nusantara di akhir tahun 2000. Di Malaysia penyanyi ini terbilang cukup sukses, dan diterima masyarakat negeri Jiran. Namun Ferhat adalah orang Indonesia asli. Saya pribadi masih ingat dengan jelas syair & lirik lagu "Menentang Perjodohan" ini, walaupun saya mendengarnya ketika saya masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Kini, di tahun 2011 Ferhat najib berubah haluan dengan bergabung dalam grup musik pop melayu modern "C4lista".

5. Rudiath
Rudiath RB adalah seorang penyanyi slowrock yang berasal dari kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Mulai dikenal banyak orang ketika hadir lagu yang menjadi hits yaitu "Ternyata" sekitaran tahun 1997 dari stasiun radio dan videoklipnya di TV. Rudiath menuai sukses di Negeri Jiran sekitar medio tahun 1999 lewat lagu hits andalannya yang bertajuk "Ternyata" (ciptaan Cherry LZ/Mandaline), "Terluka (Ciptaan Cherry LZ)", dan lagu "Bukan Untuk Mainan". B

Selain nama-nama di atas, masih banyak lagi penyanyi Indonesia yang berkarir di negeri Jiran. Sebut saja nama Thomas Arya, Yelse, Joey, Guslian, Iwan Salman. Selain penyanyi solo, ada pula grup musik asal negeri kita yang sempat menapaki kiprahnya di Malaysia seperti band Gan Rose, Fenomena, Febian dan Asahan.
Back To Top